Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Desa, Dandim 0820/Probolinggo Tegaskan Komitmen Penguatan di Probolinggo

Probolinggo — Komitmen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah pegunungan Tengger semakin nyata. Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Arh Iwan Hermaya turun langsung mengawal dan mengamankan jalannya kegiatan konsolidasi Koperasi Merah Putih yang digagas oleh Jami’iyah Ulama Lil Maslahatul Ummah, bertempat di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/11/2025).

Acara strategis ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, yang datang langsung untuk memberikan arahan serta memperkuat semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi di wilayah pedesaan.

Bacaan Lainnya

Perkuat Pondasi Ekonomi Desa

Dalam sambutannya, Letkol Arh Iwan Hermaya menegaskan bahwa konsolidasi Koperasi Merah Putih merupakan bentuk nyata sinergi antara masyarakat, ulama, dan pemerintah untuk memperkuat pondasi ekonomi rakyat di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya di kawasan Tengger.

“Kegiatan ini adalah inisiatif kelembagaan masyarakat yang sangat positif. Melalui Koperasi Merah Putih, kita berupaya memperkuat gerakan ekonomi rakyat yang mandiri, berdaya saing, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan konsolidasi ini juga bertujuan mempererat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan elemen masyarakat dalam mendorong lahirnya koperasi tangguh di setiap desa.

“Kita semua meyakini akan mendapatkan manfaat besar melalui arahan dan wawasan yang akan disampaikan oleh Bapak Menteri Koperasi. Semoga pertemuan ini memperkaya pengetahuan kita serta memperkuat semangat kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tengger

Lebih lanjut, Letkol Iwan mengungkapkan bahwa masyarakat Tengger kini telah mengurus dan menyiapkan berdirinya Koperasi Merah Putih sebagai wadah ekonomi yang kuat di tingkat lokal.

“Koperasi ini diharapkan mampu menstabilkan harga komoditas pertanian, memperbaiki tata niaga, dan membuka ruang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dandim juga menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 330 Koperasi Merah di wilayah Kabupaten Probolinggo, meski baru 10 desa yang telah memiliki kedai aktif.

“Kami menyatakan komitmen penuh untuk mensukseskan program nasional ini dan terus mendorong percepatan pembentukan serta penguatan kelembagaan koperasi di seluruh desa,” tegas perwira yang dikenal rendah hati itu.

Pesan Menteri Koperasi: Koperasi Adalah Soko Guru Ekonomi Nasional

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono menekankan pentingnya koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional. Ia menyebut, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan wujud konkret gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa.

“Koperasi adalah badan usaha pertama yang digagas oleh Bung Hatta dengan semangat kebersamaan. Negara wajib hadir memastikan agar ekonomi tidak hanya dikuasai oleh pelaku pasar besar,” ujarnya di hadapan ratusan peserta konsolidasi.

Ferry mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia, dengan dukungan 18 kementerian dan lembaga melalui satgas khusus.

“Presiden menargetkan koperasi-koperasi ini mulai beroperasi sejak Oktober lalu. Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan inventarisasi lahan desa guna pembangunan gudang dan gerai koperasi,” jelasnya.

Target 2026: Koperasi Merah Putih Beroperasi di Seluruh Indonesia

Ferry juga menegaskan bahwa pada Maret 2026, seluruh koperasi diharapkan sudah siap beroperasi penuh. Pemerintah pun telah menyiapkan platform pembiayaan khusus melalui Kementerian Keuangan untuk mendukung pembangunan sarana fisik dan permodalan koperasi.

“Model koperasi ini ibarat sapu lidi — ketika bersatu akan menjadi kekuatan besar. Mari kita jadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat dan kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.


Kolaborasi Nyata Antara Ulama, TNI dan Pemerintah

Kegiatan di lereng Bromo ini menjadi bukti sinergi nyata antara ulama, aparat TNI, dan pemerintah pusat dalam membangun fondasi ekonomi berbasis rakyat. Keterlibatan TNI melalui Kodim 0820/Probolinggo tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga dukungan aktif terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Koperasi Merah Putih diharapkan tumbuh menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi di Probolinggo dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia. (Bambang/*)

Pos terkait