Tabagsel, Tapanuli Selatan – Rabu, 23 April 2025 – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Puskesmas Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) yang tidak terjadwal di puskesmas tersebut setelah menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kecamatan Angkola Muaratais.
Kedatangan Bupati yang mengenakan kemeja putih itu langsung menarik perhatian pegawai puskesmas yang sedang bertugas. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Bupati Gus Irawan langsung menuju meja pendaftaran untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan janji pemerintah daerah, yaitu layanan kesehatan gratis dengan cukup membawa KTP.
Namun, sesampainya di meja pendaftaran, Bupati menemukan kenyataan yang mencengangkan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat informasi bahwa warga diminta untuk membayar biaya dalam mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini tentu bertentangan dengan kebijakan pemerintah daerah yang telah mendeklarasikan bahwa pengobatan di Tapanuli Selatan adalah gratis.
Dengan nada tegas, Gus Irawan langsung memeriksa buku pelayanan pendaftaran pasien dan menanyai salah satu pegawai wanita yang tampak gugup. “Bayar ini? Tapi kalian sudah diklaim bahwa berobat di Tapsel itu gratis,” kata Gus Irawan, mempertanyakan praktik yang terjadi di Puskesmas Pintu Padang.
Bupati kemudian meminta untuk melihat catatan pembayaran, jumlah pasien yang membayar, serta siapa yang menerima uang tersebut. “Kan kita sudah declare berobat di Tapsel, cukup bawa KTP, gratis! Kenapa bayar? Mana catatan pembayarannya? Lihat catatan pembayarannya sekarang,” lanjutnya dengan tegas di hadapan para pegawai yang tampak semakin cemas.
Gus Irawan semakin mendesak pegawai untuk memberikan penjelasan, dengan mempertanyakan di mana uang tersebut dibayar, apakah di pendaftaran, di apotek, atau di ruang dokter. Pegawai wanita yang ditanya tampak tidak bisa memberikan jawaban yang memadai, bahkan terlihat terdiam dan tidak mampu menjawab dengan jelas.
Kejadian ini pun langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat sekitar Puskesmas Pintu Padang. Video Sidak yang beredar luas di media sosial semakin memperkuat dugaan bahwa praktik pungutan liar (pungli) telah berlangsung lama di puskesmas tersebut. Masyarakat pun berharap agar Bupati Gus Irawan melakukan sidak serupa ke puskesmas-puskesmas lain di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Video Sidak ini menjadi bukti bahwa praktik pungli memang ada di Puskesmas Pintu Padang. Kami berharap Bupati dapat melakukan sidak ke puskesmas-puskesmas lainnya agar tidak ada lagi pungutan liar yang merugikan masyarakat,” ujar seorang warga yang berada di sekitar Puskesmas Pintu Padang.
Bupati Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap oknum yang terbukti melakukan praktik pungli dan melanggar kebijakan pemerintah. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang layak dan gratis bagi masyarakat, sesuai dengan program yang telah dijanjikan.
(Edi/P.M/*)








