Babinsa Tanjungsari Dukung Petani Maksimalkan Panen Padi melalui Penyiangan Gulma

Babinsa Tanjungsari Dukung Petani Maksimalkan Panen Padi melalui Penyiangan Gulma

 

Bacaan Lainnya

BLITAR, BIN.COM – Di tengah upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Tanjungsari, Serda Rois Setyawan, turun langsung ke sawah bersama kelompok tani (Poktan) Tanjung Tunggal. Kegiatan penyiangan gulma ini berlangsung di lahan pertanian milik Fuad di Jl. Kali Comal, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, pada Sabtu (7/12/2024).

 

Babinsa dan para petani bahu-membahu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman padi. Gulma tersebut dianggap sebagai ancaman serius karena dapat menghambat penyerapan nutrisi oleh padi, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen. “Rumput di sekitar tanaman padi jika dibiarkan akan mengganggu. Tanaman menjadi kurang subur dan hasil panen menurun,” ujar Serda Rois di sela aktivitasnya.

 

Penyiangan Gulma: Langkah Penting Menuju Hasil Panen Optimal

Serda Rois menjelaskan, penyiangan atau matun bukan sekadar membersihkan rumput liar, tetapi juga upaya menciptakan kondisi pertanian yang ideal. “Penyiangan bertujuan membersihkan tanaman sakit, mempercepat pertumbuhan anakan, dan memastikan padi mendapatkan penetrasi sinar matahari yang cukup,” jelasnya.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Babinsa yang dimulai sejak pengolahan lahan hingga masa tanam. “Kami ingin memastikan bahwa para petani mendapatkan hasil terbaik dari setiap musim panen. Gulma adalah salah satu kendala utama yang harus diatasi,” tambahnya.

 

Peran Babinsa: Penyemangat di Tengah Sawah

Kehadiran Babinsa di tengah petani bukan hanya soal teknis, tetapi juga memberikan motivasi. “Kami ingin para petani tetap bersemangat dalam merawat tanamannya. Peran Babinsa adalah menjadi pendamping sekaligus penyemangat agar mereka optimistis mencapai hasil panen yang maksimal,” tegasnya.

 

Hal senada disampaikan Danramil 0808/01 Sukorejo, Kapten Inf Moh. Adchiyak. Ia menegaskan pentingnya pendampingan aktif Babinsa dalam kegiatan pertanian. “Dengan pendampingan ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan produksi padi dan mendukung target ketahanan pangan di wilayah Blitar, khususnya Kecamatan Sukorejo,” kata Danramil.

 

Harapan untuk Ketahanan Pangan

Pendampingan ini sejalan dengan program pemerintah terkait swasembada pangan. Melalui langkah-langkah seperti ini, diharapkan Kota Blitar dapat berkontribusi pada ketersediaan pangan nasional. “Keberadaan Babinsa di lapangan memberikan dampak nyata. Paling tidak, mereka mampu mendorong petani untuk bekerja lebih optimal,” pungkas Kapten Adchiyak.

 

Semangat kolaborasi antara Babinsa dan petani di Blitar ini menjadi contoh nyata bahwa upaya ketahanan pangan memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Dengan langkah-langkah kecil seperti penyiangan gulma, hasil besar berupa swasembada pangan bukanlah sesuatu yang mustahil.

 

 

Pos terkait

Komentar ditutup.