BENGKULU, BENGKULU — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mendorong Musyawarah Nasional (Munas) XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menghasilkan gagasan dan program yang mampu memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas profesi perawat di Indonesia. Menurutnya, forum nasional tersebut memiliki posisi strategis untuk merumuskan arah pengembangan keperawatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pelayanan kesehatan.
Sultan menyampaikan pandangan itu saat menghadiri Munas XI PPNI di Bengkulu pada Jumat. Ia menilai pertemuan yang diikuti para pengurus dan perwakilan perawat dari berbagai daerah tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda rutin lima tahunan untuk memilih ketua umum. Munas perlu menjadi ruang untuk membahas persoalan profesi secara menyeluruh, termasuk peningkatan kompetensi, perlindungan kerja, kesejahteraan, serta penguatan peran perawat dalam sistem kesehatan nasional.
Ia berharap kepemimpinan dan kepengurusan yang dihasilkan melalui Munas dapat menyusun program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Program tersebut harus membuat organisasi keperawatan semakin solid, memiliki daya tawar yang lebih kuat, serta mampu memperjuangkan kepentingan anggotanya secara efektif. Penguatan internal juga dinilai penting agar PPNI dapat menjalankan fungsi organisasi profesi dengan lebih optimal, baik dalam mendukung anggotanya maupun dalam memberikan masukan bagi pemerintah.
Di sisi lain, Sultan menekankan perlunya mendorong perawat untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan keahlian. Perawat berada di garis depan pelayanan kesehatan sehingga kualitas pengetahuan, keterampilan, dan integritas mereka berpengaruh langsung terhadap mutu layanan bagi masyarakat. Karena itu, profesi perawat perlu memperoleh perhatian yang lebih besar dari seluruh pemangku kepentingan.
Perhatian tersebut mencakup dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, penyediaan lingkungan kerja yang layak, serta kebijakan yang memberikan kepastian bagi perawat di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Dengan hasil Munas yang berorientasi pada penguatan organisasi dan profesi, PPNI diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan serta berkontribusi dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih tangguh.
Sultan menilai parlemen memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan kebijakan negara mendukung penguatan profesi perawat di Indonesia. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembentukan undang-undang, tetapi juga pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengawalan anggaran yang menyentuh kebutuhan tenaga kesehatan. Menurutnya, DPR dan DPD RI perlu memberi perhatian terhadap aspirasi organisasi keperawatan, termasuk Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), agar regulasi yang dihasilkan mampu menjawab tantangan profesi secara adil dan berkelanjutan.
Perhatian dari lembaga legislatif diperlukan karena perawat merupakan bagian utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dukungan negara harus mencakup kepastian hukum, peningkatan kompetensi, perlindungan dalam menjalankan tugas, serta kesempatan pengembangan karier. Sultan berpandangan bahwa keberpihakan regulasi dan dukungan kelembagaan dapat membantu organisasi keperawatan memperkuat tata kelola profesi. Dengan dukungan yang memadai, perawat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas sekaligus menghadapi perubahan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Sultan juga menyampaikan apresiasi terhadap keputusan PPNI memilih Bengkulu sebagai lokasi pelaksanaan musyawarah nasional (munas). Pilihan tersebut dinilai membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai provinsi untuk mengenal Bengkulu secara langsung. Sebelumnya, terdapat rencana penyelenggaraan munas di wilayah timur Indonesia, sehingga keputusan memilih Bengkulu dipandang memberikan pengalaman baru dan memperluas ruang interaksi antardaerah dalam forum organisasi.
Menurut Sultan, Bengkulu memiliki sejarah penting yang layak dijaga, dirawat, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Nilai sejarah itu tidak hanya menjadi bagian dari identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para peserta munas. Kehadiran delegasi dari berbagai wilayah melalui kegiatan nasional seperti munas PPNI memberi peluang untuk memperkenalkan warisan sejarah, budaya, dan karakter Bengkulu secara lebih luas. Dengan demikian, forum organisasi tidak hanya membahas agenda profesi, tetapi turut memperkuat hubungan antardaerah serta penghargaan terhadap kekayaan sejarah Indonesia.
Di luar pembahasan mengenai penguatan organisasi dan profesi keperawatan, Sultan juga menyampaikan komitmennya terhadap peningkatan akses pendidikan bagi mahasiswa asal Bengkulu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya memperluas kesempatan memperoleh beasiswa, sehingga lebih banyak mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terhambat keterbatasan biaya.
Sultan menjelaskan bahwa dirinya terus menjalin komunikasi dengan kementerian terkait untuk mendorong penambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa Bengkulu. Langkah ini menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan generasi muda di daerah, khususnya mereka yang memiliki kemauan untuk menempuh pendidikan, tetapi masih menghadapi persoalan pembiayaan. Komunikasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan dukungan pendidikan.
Selain berupaya menambah kuota beasiswa, Sultan juga menyatakan tekad untuk memperjuangkan bantuan pendidikan tambahan bagi mahasiswa asal Bengkulu. Upaya itu menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan tidak hanya ditempatkan sebagai agenda pelengkap, tetapi sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Akses pendidikan yang lebih baik dinilai dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Sultan menyampaikan bahwa tujuan utama dari program tersebut adalah agar mahasiswa Bengkulu dapat melanjutkan kuliah dengan tenang dan fokus. Dengan adanya dukungan pembiayaan yang memadai, mahasiswa diharapkan tidak lagi terbebani oleh persoalan biaya selama menjalani pendidikan. Mereka dapat mencurahkan perhatian pada perkuliahan, mengembangkan kemampuan, serta menyelesaikan studi secara optimal.
Komitmen ini memperlihatkan perhatian Sultan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa Bengkulu. Perluasan akses beasiswa dan perjuangan memperoleh dukungan tambahan diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi mahasiswa untuk meraih cita-cita akademik dan membangun masa depan yang lebih baik.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Bengkulu, Fauzan Adriansah, menyampaikan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) XI PPNI diikuti sekitar 1.500 peserta. Mereka berasal dari 34 provinsi di Indonesia, sehingga forum tersebut menjadi ruang pertemuan nasional yang mempertemukan pengurus organisasi, perwakilan tenaga keperawatan, serta pemangku kepentingan terkait. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan luasnya jaringan PPNI sekaligus pentingnya munas dalam menentukan arah organisasi secara bersama-sama.
Salah satu agenda utama Munas XI PPNI adalah pemilihan ketua umum untuk masa jabatan 2026–2031. Proses tersebut diharapkan berlangsung secara demokratis dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan profesi perawat di tengah perubahan sistem kesehatan. Selain pemilihan ketua umum, peserta membahas berbagai program organisasi, termasuk strategi penguatan kelembagaan, peningkatan mutu pelayanan keperawatan, serta pengembangan peran perawat dalam mendukung pelayanan kesehatan nasional.
Forum ini juga dimanfaatkan untuk membangun sinergi organisasi keperawatan dan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kerja sama tersebut diperlukan agar kebijakan yang berkaitan dengan tenaga keperawatan dapat disusun secara lebih selaras dengan kondisi lapangan. Dalam pembahasan, perhatian diarahkan pada peningkatan kesejahteraan perawat, penguatan perlindungan profesi, serta perluasan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan. Sinergi lintas sektor dinilai dapat memperkuat kontribusi perawat dalam memberikan layanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penyelenggaraan munas di Bengkulu turut memberikan manfaat bagi daerah sebagai tuan rumah. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Bengkulu, termasuk kuliner khas serta destinasi pariwisatanya. Dengan demikian, kegiatan organisasi tidak hanya menghasilkan pembahasan strategis bagi perkembangan profesi keperawatan, tetapi juga mendukung promosi potensi daerah dan memperluas hubungan antardaerah di Indonesia.










