JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, Transformasi digital telah menjadi isu sentral di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dalam era di mana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang pesat, infrastruktur kecerdasan buatan (AI) memainkan peran yang semakin penting dalam memperkuat daya saing nasional dan meningkatkan efisiensi di berbagai sektor. Dalam konteks ini, pengembangan AI data center menjadi krusial bagi negara untuk dapat memanfaatkan data secara optimal.
Di Indonesia, berbagai industri mulai merasakan dampak positif dari digitalisasi, yang merupakan hasil dari penerapan teknologi canggih dan otomatisasi. Salah satu pionir dalam inisiatif ini adalah PT Telkom Indonesia melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem, yang dikenal dengan nama Neutradc. Perusahaan ini bertujuan untuk membangun infrastruktur data center berbasis AI yang dapat mendukung beragam sektor, dari pemerintahan hingga sektor swasta.
Keberadaan data center berbasis AI diharapkan dapat memberikan solusi cerdas dalam pengolahan data yang lebih efisien dan efektif. Dengan meningkatnya volume data yang dihasilkan setiap harinya, kebutuhan untuk memiliki penyimpanan dan pengelolaan data yang baik dan cepat menjadi semakin mendesak. Melalui pengembangan ini, Indonesia berusaha untuk mencapai tingkat kesiapan digital yang lebih tinggi, sehingga dapat bersaing secara global.
Seiring dengan perkembangan teknologi digital, penting bagi para pemangku kepentingan untuk memahami bagaimana infrastruktur kecerdasan buatan dapat diintegrasikan ke dalam strategi dan kebijakan mereka. Hal ini tidak hanya akan membawa transformasi dalam cara kerja, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam inovasi dan kolaborasi. Kesempatan untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat juga menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan, karena pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi AI akan sangat menentukan keberhasilan transformasi digital ini.
Pembangunan infrastruktur yang mendukung kecerdasan buatan (AI) di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama dalam hal data center. Salah satu inisiatif yang mencolok adalah rencana pengembangan data center AI oleh Neutradc, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas data dan pengolahan informasi di berbagai wilayah strategis di Indonesia.
Neutradc merencanakan untuk membangun beberapa data center yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi terpilih, yang dianggap ideal untuk mendukung operasional AI. Beberapa lokasi yang menjadi sorotan adalah Jabodetabek, Batam, dan Manado. Jabodetabek sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di Indonesia tentu menawarkan infrastruktur yang baik, sementara Batam menjadi pintu gerbang perdagangan dan investasi. Manado, di sisi lain, akan berfungsi sebagai titik strategis untuk menjangkau wilayah Indonesia timur.
Rencana ini mencakup pengembangan fasilitas yang tidak hanya mampu menyimpan data dalam jumlah besar tetapi juga berfungsi sebagai pusat pengolahan data yang efisien. Dengan kapasitas total yang diharapkan mencapai peta yang luas, data center ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan AI yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi di Indonesia.
Sekitar 300 MW daya listrik akan tersedia untuk mendukung operasi di tempat-tempat ini, termasuk energi terbarukan sebagai fokus untuk meminimalkan jejak karbon. Selain itu, rencana ini juga mencakup pengembangan tenaga kerja lokal yang terlatih dalam bidang AI dan teknik data untuk memastikan operasi data center berkelanjutan dan inovatif.
Melalui rencana pembangunan ini, Neutradc berharap dapat memberikan dampak positif baik bagi perekonomian nasional maupun untuk kemajuan teknologi di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya merupakan langkah menuju modernisasi infrastruktur TI di negara, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi global.
Kerjasama Neutradc dan PT PLN memiliki peran penting dalam memastikan pasokan energi yang berkelanjutan bagi pusat data berbasis AI di Indonesia. Dalam era digital saat ini, kebutuhan akan energi yang stabil dan berkelanjutan sangat krusial untuk mendukung operasional pusat data yang mengandalkan teknologi kecerdasan buatan. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan solusi inovatif yang mendukung pertumbuhan sektor teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.
Dalam workshop yang melibatkan kementerian, lembaga, serta anggota BUMN, banyak dibahas mengenai potensi pengembangan infrastruktur energi untuk mendukung pusat data. Para peserta diskusi mengakui pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan di tanah air. Hasil dari workshop ini diharapkan dapat membantu pembentukan kebijakan yang memperkuat konektivitas dan keandalan pasokan energi, yang pada gilirannya akan membantu pengembangan fasilitas data center yang lebih efisien.
Pentingnya kerja sama Neutradc dan PLN tidak hanya terletak pada pasokan energi, tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi baru yang ramah lingkungan. Program-program yang diusulkan melalui kerja sama ini diharapkan dapat memanfaatkan sumber energi terbarukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional pusat data. Kebijakan ini sejalan dengan tujuan nasional dalam pencapaian keberlanjutan serta peningkatan efisiensi energi di sektor publik dan swasta.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian/lembaga serta BUMN yang berlatar belakang di berbagai sektor, upaya membangun pusat data berbasis AI diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan teknologi di Indonesia. Keterlibatan semua pihak dalam proyek ini akan memperkuat sinergi yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan infrastruktur cerdas yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, tantangan yang dihadapi mencakup pengolahan data yang memerlukan konsumsi daya yang substansial. Proses ini memerlukan kapasitas yang tidak hanya tinggi namun juga efisien dalam hal penggunaan energi. Penyimpanan dan pengolahan data AI membutuhkan suhu yang terjaga, serta sumber daya yang memadai untuk memastikan kecepatan serta keberlanjutan dalam proses data. Hal ini menjadi perhatian utama ketika banyak perusahaan dan institusi pemerintah berinvestasi dalam bidang AI.
Untuk mengatasi tantangan ini, salah satu strategi yang diterapkan adalah pengembangan 26 edge data center yang tersebar di 21 kota di seluruh Indonesia. Edge computing memungkinkan pengolahan data lebih dekat dengan lokasi sumber data, yang dapat mengurangi latensi, sekaligus optimasi penggunaan energi. Dengan pendirian data center di lokasi yang strategis, diharapkan latensi untuk pemrosesan data AI dapat diminimalisir, sehingga mendukung respon waktu nyata yang sangat diperlukan untuk aplikasi penting.
Selain itu, penggunaan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi energi dalam desain dan operasi data center menjadi fokus utama. Implementasi sistem pendinginan yang efisien dan penggunaan sumber energi terbarukan adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak ekologis dari konsumsi daya yang besar. Pendekatan ini tidak hanya membantu menurunkan biaya operasional, tetapi juga berkontribusi pada siklus hidup yang lebih berkelanjutan dalam pengolahan data AI. Oleh karena itu, kolaborasi sektor publik dan swasta dalam pengembangan dan pengelolaan data center pun sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam pemanfaatan AI secara optimal.










