Semua Manusia Diberi Nikmat, Tapi Tidak Semua Manusia Menikmati Nikmat

 

SURABAYA, BIN.COMJumat 14 Juni 2024 Al-Qur’an, sebagai kitab suci umat Islam, memberikan petunjuk dan hikmah dalam menjalani kehidupan. Salah satu pelajaran yang terkandung di dalamnya adalah tentang nikmat yang diberikan Allah kepada seluruh umat manusia. Namun, kenyataan yang kita hadapi menunjukkan bahwa tidak semua manusia mampu menikmati nikmat tersebut. Hal ini tersurat dalam berbagai ayat Al-Qur’an yang mengajak kita untuk merenungi dan bersyukur atas karunia yang telah diberikan.

 

Nikmat yang Melimpah dan Syukur yang Dilupakan

 

Allah SWT berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 34: “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”

 

Ayat ini mengingatkan kita bahwa nikmat Allah begitu banyak dan berlimpah, namun sering kali manusia lupa untuk bersyukur. Kesibukan dan keserakahan duniawi membuat banyak orang tidak menyadari betapa banyak nikmat yang sudah diberikan.

 

Ketidakpuasan dan Pengabaian Nikmat

 

Dalam Surah Al-Infitar ayat 6, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?”

 

Ayat ini menegur manusia yang terperdaya oleh dunia sehingga melupakan kebaikan dan kemurahan Allah. Manusia sering kali terjebak dalam ketidakpuasan, selalu menginginkan lebih tanpa menghargai apa yang sudah dimiliki.

 

Pentingnya Bersyukur dalam Kehidupan

 

Surah An-Nahl ayat 18 menekankan, “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

 

Ayat ini mengingatkan kita bahwa nikmat Allah tidak terbatas, dan kita tidak akan mampu menghitung semua nikmat yang telah diberikan. Rasa syukur adalah kunci untuk menikmati nikmat yang ada. Dengan bersyukur, kita bisa merasakan kebahagiaan sejati yang mungkin selama ini terlewatkan.

 

Menghadirkan Kesadaran dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Bambang Tri Kasmara, seorang jurnalis, menjelaskan bahwa banyaknya nikmat yang tidak dinikmati manusia sering kali disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan refleksi diri. “Manusia cenderung fokus pada apa yang mereka inginkan dan belum mereka miliki, sehingga lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah ada,” ungkapnya.

 

Dia menambahkan bahwa salah satu cara untuk menghadirkan kesadaran tersebut adalah dengan rutin membaca dan merenungi ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang nikmat dan syukur. “Dengan merenungi firman Allah, kita diingatkan untuk lebih banyak bersyukur dan lebih sedikit mengeluh,” jelas Bambang Tri Kasmara

 

Mempraktikkan Syukur dalam Kehidupan

 

Berbagai komunitas Muslim di Indonesia telah mulai mengkampanyekan pentingnya bersyukur melalui kajian dan ceramah keagamaan. Salah satunya adalah komunitas “Syukuri Nikmat” di Yogyakarta yang mengajak anggotanya untuk melakukan refleksi harian dan menuliskan tiga hal yang mereka syukuri setiap hari.

 

“Kami percaya bahwa dengan membiasakan diri bersyukur, kita akan lebih mampu menikmati setiap nikmat yang Allah berikan, sekecil apapun itu,” ujar Hidayat, salah satu pendiri komunitas tersebut.

 

Penutup

 

Al-Qur’an memberikan kita petunjuk yang jelas tentang nikmat dan pentingnya bersyukur. Meskipun semua manusia diberi nikmat, tidak semua mampu menikmatinya karena berbagai alasan, mulai dari kesibukan duniawi hingga kurangnya rasa syukur. Dengan kembali kepada ajaran Al-Qur’an, kita dapat belajar untuk lebih menghargai dan menikmati setiap nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Sebab, kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan kita untuk bersyukur dan menikmati setiap karunia yang ada dalam hidup kita.

Bambang Tri Kasmara

Pos terkait